Pencuci Malam
: pencari sunyi yang berkawan dengan aroma kopi
berapakah malam yang kau pinta
hujan yang turun adalah penyeduh ilusi
berapakah sunyi yang kau rupakan?
gerimis adalah penggoda malam-malam kesepian
sebuah tempat dan sunyi kau rebus demi dahaga yang menahun
dalam kotak-kotak kamar
hitam dan putih membelah halaman rumah tua
Jumat, 10 April 2015
Sajak Kematian Matahari
Sajak Kematian Matahari
pagi
angin berhembus dingin
gemuruh mesin kendaraan memanggil bising
matahari mencuat menerkam mata yang masih pekat, mimpi-mimpi sunyi
siang
angin berhembus sepoi
mencari teduh bayang-bayang
nyanyian kehidupan mengalun di pelataran
sekerat tekat dan keberanian
matahari mencabik, mengkristalkan keringat
pagi
angin berhembus dingin
gemuruh mesin kendaraan memanggil bising
matahari mencuat menerkam mata yang masih pekat, mimpi-mimpi sunyi
siang
angin berhembus sepoi
mencari teduh bayang-bayang
nyanyian kehidupan mengalun di pelataran
sekerat tekat dan keberanian
matahari mencabik, mengkristalkan keringat
Nyanyian Malam Buat Mbah Kohar
Nyanyian Malam Buat Mbah Kohar
Desa Pace pada saat malam telah bangkit
dan sampai pada puncaknya. Angin lewat meliukkan dedaunan,
bergesek-gesekan dan menimbulkan alunan musik alam. Sedangkan binatang-binatang
malam menyanyikan lagu ritualnya.
Listrik tenaga diesel telah padam. Kegelapan
makin menambah kesunyian. Cahaya yang tampak hanya dari lampu sentir dan
lampu-lampu teplok dari rumah-rumah berbilik bambu yang
tertutup rapat. Di langit biru yang pekat, bulan bersembunyi di balik
awan. Bintang-bintang gemerlap memenuhi ruang.
Tidak ada orang di jalan. Gardu ronda pun kosong.
Hanya Mbah Kromo, penjaga pasar desa, yang berada di luar rumah, tidur
meringkuk kedinginan di los pasar di atas tikar dengan sarung menutupi
tubuhnya. Tangannya sesekali berkibas untuk mengusir dan mematikan
nyamuk-nyamuk liar yang mengelilingi dirinya dengan dengungan yang mengganggu
kenikmatan tidur dan sesekali hinggap di beberapa bagian tubuh yang tak
terlindungi.
Shutdown Windows 8 Sekali Klik
Saat pertama kali menggunakan Windows 8 umumnya pengguna bingung
bagaimana cara mematikan komputer karena menunya berbeda dari versi
Windows sebelumnya. Pada akhirnya semua pengguna tahu menu Shutdown
masuk dari Charm bar (panah mouse diarahkan ke sudut kanan atas atau
sudut kanan bawah akan muncul charm bar) kemudian pilih Setting,
kemudian pilih Power baru kita pilih Shutdown, restart atau sleep. Atau
dari icon Windows sudut kiri bawah klik kanan akan ada pilihan menu
Shutdown atau Sign out. Selanjutnya pada versi Windows 8.1 dari menu
Start Screen icon tombol Power dimunculkan di sudut kanan atas sehingga
lebih mempermudah untuk melakukan Shutdown.
Senin, 26 Januari 2015
PUISI 6
Masih terlalu pagi jika kuderetkan abjad tentang namamu
semalam telah aku minum keringat purnama dibentuk bias
berharap jelaga rindu sedikit pasi
dipugar cahaya
namun semakin hitam aku mendekam
semalam telah aku minum keringat purnama dibentuk bias
berharap jelaga rindu sedikit pasi
dipugar cahaya
namun semakin hitam aku mendekam
Padahal telah kutikam lagi luka-lukaku yang masih basah
dengan segala ingatan tentang bagaimana kau mengoyak tawaku
sedemikian koyak..... sedemikian koyak
dengan segala ingatan tentang bagaimana kau mengoyak tawaku
sedemikian koyak..... sedemikian koyak
PUISI 5
ketikan rindu adalah persinggahan terakhir
maka dunia serupa perjalanan yang paling berliku
aku, kamu, semoga bukan persimpangan
sampai kelak kita mampu bercerita pada senja
lalu malam semarak oleh mimpi-mimpi
di tiap episode
meski yang paling gelap sekalipun .......
maka dunia serupa perjalanan yang paling berliku
aku, kamu, semoga bukan persimpangan
sampai kelak kita mampu bercerita pada senja
lalu malam semarak oleh mimpi-mimpi
di tiap episode
meski yang paling gelap sekalipun .......
PUISI 4
Yang bergelombang di dada
bukanlah debur rindu yang sesekali memecah
mengantar nama-nama dari ruang kenang untuk kita ziarahi?
Sehingga....
jika jejak adalah yang paling ramai dari sunyiku
Yang paling kelam dari sebuah perjalanan
Itu semua ...
Semua karena luka yang pernah menusuk riwayat perihnya
Dalam dekap kelam yang masih belum termusnahkan...
Entah sampai kapan....
bukanlah debur rindu yang sesekali memecah
mengantar nama-nama dari ruang kenang untuk kita ziarahi?
Sehingga....
jika jejak adalah yang paling ramai dari sunyiku
Yang paling kelam dari sebuah perjalanan
Itu semua ...
Semua karena luka yang pernah menusuk riwayat perihnya
Dalam dekap kelam yang masih belum termusnahkan...
Entah sampai kapan....
Langganan:
Postingan (Atom)